BBM Naik, Perlahan Harga Property Ikut Alami Kenaikan

BBM Naik, Perlahan Harga Property Ikut Alami Kenaikan

SHARE
, / 949 0
BBM Naik, Perlahan Harga Property Ikut Alami Kenaikan

Sejak resmi dinaikannya harga BBM sebesar 2 ribu rupiah oleh pemerintahan baru Jokowi-JK pada 18 November lalu, maka akan mempengaruhi pula sektor lainnya. Tak terkecuali Harga Rumah Sederhana Tapak (RST) juga dipastikan akan mengalami kenaikan.

Kenaikan harga RST ini juga diikuti dengan wajib bagi sebanyak Sembilan daerah termasuk kota besar untuk membangun rumah vertikal agar angka backlog mampu teratasi.  Sembilan daerah tersebut di antaranya seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, dan Makassar.

Hal ini dibenarkan oleh Totok Lucida, Ketua Realestate Indonesia (REI) DPD Jawa Timur. Dirinya mengungkapkan, kondisi ini terjadi akibat dampak dari kenaikan harga BBM yang memaksa harga bahan bangunan menjadi naik sebesar 15 persen. Bukan hanya itu, tingginya inflasi yang mencapai 7,3 persen juga memicu terjadinya hal ini. Belum bisa dipastikan kapan kenaikan harga RST ini dimulai. Namun, yang jelas kenaikan TRS terjadi pada awal tahun 2015 mendatang.

“Kami berharap agar pemerintah juga menaikkan harga RST sebesar 10 persen atau mencapai 115 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengungkapkan, kenaikan harga BBM jelas berdampak pada biaya angkutan produksi. Akibatnya, harga jual rumah segala jenis dan tipe akan mengalami kenaikan.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum DPP Apersi tersebut juga menilai, kenaikan harga BBM baru akan terasa dampaknya di bulan Februari. Meskipun begitu, saat ini secara perlahan harga rumah mulai merangkak naik.

“Saat ini harga pasti sudah merangkak naik sekitar 4-5 persen dari harga jual,” tuturnya.

Meski demikian, tambah Eddy, kenaikan harga ini menurutnya tidak akan berdampak pada permintaan. Untuk rumah-rumah komersil, masih akan tetap tumbuh. Kenaikan suku bunga juga tidak begitu berpengaruh terhadap permintaan rumah.

Eddy juga menjelaskan bahwa penjualan rumah komersil masih melihat situasi. Tahun ini, sempat ada perlambatan permintaan rumah. Hal ini disebabkan atmosfer politik pada pemilu presiden beberapa waktu yang lalu dan beberapa aturan mengenai DP rumah. “Mudah-mudahan, kalau soal BBM tidak begitu berpengaruh terhadap permintaan. Hanya berpengaruh di biaya produksi saja,” harapnya.

Related Article

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10.info and freeapkdownloader.info is free download apk best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.