Sanksi Menanti Pelaku Oper Kredit Rumah Bersubsidi

Sanksi Menanti Pelaku Oper Kredit Rumah Bersubsidi

SHARE
, / 1157 0
Sanksi Menanti Pelaku Oper Kredit Rumah Bersubsidi

Peringatan bagi Anda yang berencana mengalihkan fasilitas likuidistas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi bunga KPR kepada pihak lain. Jika pemerintah mengetahui kegiatan tersebut maka sanksi berat siap menanti.

Itulah yagn disampaikan oleh Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Sri Hartoyo.

“Aturan tertulisnya sudah jelas tercantum dalam Permenpera No 3 tahun 2014 bahwa take over atau oper kredit tidak diperbolehkan. Sanksi pidana dengan denda maksimal Rp 50 juta siap menanti bagi mereka yang melanggar aturan ini. Plus pembatalan kepemilikan ke pengadilan. Tak hanya itu, MBR yang bersangkutan diminta mengembalikan subsidi yang diterima oleh yang bersangkutan,” tegas Sri Hartoyo.

Sri mengatakan, untuk mencegah adanya potensi penyimpangan, maka sebelum akad kredit pihak nasabah/MBR harus menandatangani perjanjian dengan pemerintah yang diwakili oleh dirut Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat (BLU-PPP Kemenpera), yang isinya, nasabah penerima fasilitas FLPP tidak akan memindahtangankan kepemilikan rumahnya kepada pihak lain kecuali pewarisan.

“Oper kredit atau pengalihan kepemilikan untuk pewarisan dan penyelamatan kredit macet hanya boleh dilakukan/dijual kepada pemerintah. Ini juga tercantum dalam ketentuan pengalihan rumah bersubsidi di Permenpera 3 tahun 2014,” imbuhnya.

Related Article

sumber informasi dapat dilihat di peduli sehat ya.

mobiles10.info and freeapkdownloader.info is free download apk best android apps and top games. APKBOX.ME | APKINSIDER.INFO | APKID.INFO | APKMAIN.INFO.